Vitamin B12 Kurangi Risiko Pikun

JAKARTA– Vitamin B adalah jenis vitamin larut dalam air yang memiliki peran penting dalam metabolisme sel. Penelitian terbaru mengungkap, tipe vitamin B12 secara khusus dapat mencegah risiko pikun.

Vitamin B pernah diduga hanya mempunyai satu tipe seperti orang mengenal vitamin C atau vitamin D. Nyatanya penelitian menunjukkan, komposisi kimia didalamnya membedakan vitamin ini satu sama lain.

Ada delapan tipe vitamin B yang mempunyai nama masing-masing terdiri dari vitamin B1 (thiamine), vitamin B2 (riboflavin, vitamin B3 (niacin), vitamin B5 (asam pantothenic), vitamin B6 (pyridoxine), vitamin B7 (biotin), vitamin B9 (asam folat) dan vitamin B12 (cobalamin).

Untuk membuktikan manfaat vitamin B12, Universitas Oxford melakukan penelitian yang dimuat dalam jurnal Neurology. Studi itu dilakukan terhadap 107 orang sukarelawan dengan kondisi sehat selama lebih dari lima tahun. Usia peserta dengan usia antara 61 sampai 87 yang dibagi kedalam tiga kelompok berdasarkan asupan vitamin B12.

Kasus penurunan fungsi otak memang terbukti lebih banyak terjadi pada orang tua. Konsumsi roti dengan suplemen yang mengandung asam folat yaitu golongan vitamin B untuk pembentukan sel baru ternyata dapat meringankan gejala kesehatan yang diakibat kekurangan asupan vitamin B12.

Para peneliti menyimpulkan, orang tua dengan konsumsi vitamin B12 dengan dosis lebih rendah dari rata-rata kebutuhan memiliki resiko enam kali mengalami berkurangnya kemampuan otak.

Meskipun beberapa ilmuwan menganggap golongan ketiga dengan nilai terendah asupan vitamin B12 masih dalam tahap awal, mereka tetap menunjukan gejala penurunan fungsi otak.

Penelitian itu kemudian menganjurkan, konsumsi vitamin B12 yang terkandung pada daging, ikan dan susu dapat mengurangi risiko pikun di masa tua.

Profesor David Smith, yang memimpin studi Oxford mengenai ingatan menjelang usia lanjut mengatakan, pihaknya sedang melakukan percobaan terhadap vitamin B pada orang tua. Apakah konsumsi vitamin B dapat mengurangi resiko penurunan faungsi otak.

“Percobaan ini memberikan masukan yang lain untuk pemahaman kita mengenai efek vitamin B bagi otak. Tingkatan penurunan fungsi otak sejalan dengan proses tua bergantung pada apa yang kita makan,”ujarnya.

Punurunan fungsi otak sangat erat kaitannya dengan tingginya resiko terjangkitnya ganguan jiwa pada tingkat akhir. Ketua Eksekutif Perserikatan Riset Alzheimar, Rebecca Wood mengatakan, nantinya penelitian itu akan dibutuhkan.

“Penelitian ini menganjurkan asupan vitamin B12 dengan mengonsumsi daging, ikan, sereal atau susu sebagai makanan gizi seimbang dapat membantu menjaga fungsi otak. Hati dan kerang-kerang adalah makanan yang kaya akan vitamin B12,” jelasnya.

Dia menambahkan, cara yang terbaik untuk mengurangi resiko ganguan jiwa dengan tetap menjaga tubuh tetap aktif, makan dengan pola diet seimbangan, tidak merokok dan kunjungi dokter untuk mengecek tekanan darah dan kolestrol. (reuter/cr1/ri)

Sumber : Republika Online