Resep Sehat mengkudu

mengkuduJAKARTA– Bagi sebagian orang mengkudu atau buah pace masih dianggap tanaman pinggir jalan yang ketika pohonnya berbuah lebat dibiarkan jatuh begitu saja. Sementara itu penelitian yang dilakukan  1993, oleh peneliti Universitas Hawaii berhasil memisahkan zat-zat scopoletin dari buah mengkudu.

Zat­-zat scopoletin mempunyai khasiat pengobatan. Sebagian ahli percaya, scopoletin adalah salah satu di antara zat-zat yang terdapat dalam buah mengkudu yang dapat mengikat serotonin, salah satu zat kimiawi penting di dalam tubuh manusia.

Scopoletin berfungsi memperlebar saluran pembuluh darah yang mengalami penyempitan dan melancarkan peredaran darah. Selain itu scopoletin juga telah terbukti dapat membunuh beberapa tipe bakteri, bersifat fungisida (pembunuh jamur) terhadap Pythium, sp dan juga bersifat anti-peradangan dan anti-alergi.

Jika penasarana, mengapa tidak Anda coba saja memanfaatkan mengkudu sebagai obat? Sebenarnya di Indonesia, buah itu sudah lama dikenal dan dimanfaatkan sebagai obat berbagai macam penyakit. Jika di lingkungan rumah Anda banyak pohon mengkudu ambillah beberapa buah segar untuk diolah.

Berikut ada beberapa resep sehat dengan buah mengkudu yang bisa Anda coba:

  • Resep pertama yaitu buah mengkudu muda dibuat jus dengan cara diblender bersama air masak secukupnya. Untuk penambah rasa, bisa dibubuhi sedikit madu. Diminum 30 menit sebelum sarapan. Berkhasiat untuk membersihkan endapan lemak darah, sehingga dapat menyembuhkan aterosklerosis dan stroke, serta mencegah serangan jantung. Dapat juga membatasi penyerapan lemak, konsumsi dan pembentukan lemak di dalam tubuh, sehingga dapat membantu program pelangsingan. Selain itu dapat menurunkan tekanan darah tinggi dan meredakan pikiran tegang dan stress, gelisah dan rasa tak nyaman.
  • Resep kedua, buah mengkudu matang dihaluskan, campur dengan rimpang lempuyang parut, dan beberapa sendok makan air masak. Peras kemudian diminum. Berkhasiat untuk mengobati sakit kuning karena peradangan hati, radang ginjal, dan radang limpa karena serangan malaria Membantu membuang cairan empedu dan kolesterol berlebihan. Menyembuhkan radang saluran kencing, yang disebut anyang-anyangan (kencing sedikit-sedikit dan terasa nyeri).
  • Resep ketiga, buah mengkudu matang yang telah dihaluskan dicampur dengan rimpang lengkuas parut, dan beberapa sendok makan air panas. Peras, lalu diminum. Untuk penambah rasa, bisa dibubuhi madu atau gula batu. Berkhasiat untuk menurunkan demam karena flu dan masuk angin, terutama pada anak-anak, mengobati radang tenggorokan dan radang amandel cr1/ri)          ( Sumber : http://www.republika.co.id/berita/12516.html)
Iklan

Apel Efektif Cegah Flu

42-17003019JAKARTA– Bulan November
telah tiba. Hal itu juga berarti musim telah berganti menjadi musim
penghujan. Berbagai keluhan penyakit semakin banyakdi musim tersebut.

Jika Anda pernah mendengar ungkapan, satu apel per hari dapat
menjauhkan Anda dari dokter, maka sebaiknya Anda mempercayai hal
tersebut. Kandungan keratin dalam apel dipercaya dapat meningkatkan
sistem imun dalam tubuh pada musim hujan ini.

Selain itu, bawang merah, brokoli dan teh merupakan sumber keratin
yang baik. Keratin adalah sejenis zat flavonoid yang dapat mengikat
virus influenza terutama ketika tubuh dalam keadaan stres.

Dalam
penelitian terhadap binatang percobaan, keratin benar-benar dapat
melakukan hal ttersebut. Penurunan daya tahan tubuh akibat kelelahan
dapat ditangkal oleh flavonoid.

Jika hal itu sama bermanfaatnya bagi tubuh manusia, maka keratin dapat membantu memperkuat tubuh dari sisi fisik dan psikologis.

Kini untuk mencegah flu, Anda bisa mendapat imunisasi flu serta
jangan lupa membeli sekantong buah apel untuk dikonsumsi setiap hari.
(yahoo!health/ri)

Sumber : http://www.republika.co.id/berita/13910.html


Mengguncang Bayi Bisa Merusak Otak

42-17173084COLOGNE– Jika Anda termasuk orangtua yang seringkali terpicu emosi dengan tangisan anak, sebaiknya berpikir ulang sebelum bertindak kasar yang mengakibatkan penyesalan. Penelitian mengungkap, tindakan menguncang-guncang bayi menangis ternyata dapat menyebabkan kerusakan otak yang parah bahkan kematian.

Kantor berita DPA mengutip asosiasi dokter anak Jerman yang mengemukakan bahwa orang tua yang sedang emosi kepada anaknya harus segera meninggalkan ruangan atau menghitung hingga angka 10 lalu menghirup nafas dalam-dalam.

Seorang dokter anak dapat menyarankan klinik rawat jalan terdekat untuk menggampangkan hubungan orang tua dengan “bayi yang sulit”.

Rata-rata sekitar 100 bayi di Jerman setiap tahun mengalami kerusakan parah di otak karena mereka diguncang-guncang pengasuhnya, yang hampir di semua kasus, “terlalu terbebani”.

Laporan mengenai angka tersebut berdasarkan sensus dari unit penyakit langka anak-anak di Jerman.

Asosiasi dokter anak di Jerman memperkirakan angka bayi yang mengalami trauma akibat diguncang-guncang, sebenarnya lebih tinggi lagi.

Para ahli mengemukakan bahwa faktor risiko atau pemicu trauma diguncang-guncang adalah tangis yang sejadi-jadinya. Kerusakan otak akibat terlalu kuatnya guncangan adalah penyebab terbesar kematian anak berusia enam hingga 12 bulan.

“Kepala bayi secara proporsional lebih besar dan posisi otak relatif lebih tinggi dengan jumlah cairan yang banyak. Guncangan keras selama lima detik saja sudah cukup untuk merusak fungsi-fungsi otak,” kata profesor Hans-Juergen Nentwich, anggota dewan direktur asosiasi tersebut.

Robeknya pembuluh darah dan saraf menyebabkan pendarahan dan kerusakan pada otak.

Lebih dari dua pertiga anak yang mengalami trauma guncangan mengalami kerusakan penglihatan secara permanen, tuli dan bisu. Seperempat dari jumlah itu meninggal akibat cedera tersebut, kata Juergen Nentwich. (dpa/ant/ri)

Sumber : http://www.republika.co.id/berita/13693.html


Waspada Bahan Plastik Pembungkus Makanan

NEW YORK– Para ilmuwan melaporkan fakta baru mengenai penggunaan bahan kimia bisphenol A (BPA) pada produksi kemasan plastik makanan dan minuman. Penggunaan BPA meskipun dengan dosis rendah dapat merusak fungsi otak primata. Fakta tersebut diungkap melalui penelitian lanjutan yang sebelumnya dilakukan pada tikus.

Bisphenol A adalah bahan kimia sintetis yang ditemukan di dalam produk plastik keras dan bening seperti pada kemasan makanan dan minuman. Jumlah BPA yang larut di dalam kemasan makanan dan minuman menjadi resiko rusaknya lingkungan.

“Model primata menunjukan BPA dapat menyebabkan dampak negatif pada fungsi otak manusia,” ujar Tibor Hajszan, peneliti dari Fakultas kedokteran Universitas Yale, New Haven dilansir kantor berita Reuters, baru-baru ini.

Hajszan dan tim peneliti menguji pengaruh penggunaan BPA secara terus-menerus setiap hari. Dosis yang digunakan berdasarkan anjuran minimal penggunaan dari Lembaga perlindungan lingkungan hidup Inggris (EPA) sebanyak 50mg/kg pada monyet afrika.

Berdasarkan laporan dari Nasional Akademi Sains minggu ini, BPA merusak total hubungan bebarapa syaraf pada dua kunci otak yaitu hippocampus dan prefrontal cortex. Temuan itu menjadi indikasi BPA mempengaruhi syaraf otak manusia pada kesadaran dan keadaan jiwa.

“Berdasarkan penemuan ini, kami rasa EPA harus membuat kebijakan mengenai limit penggunaan BPA pada proses prroduksi,” ujar Hajszan. (cr1/ri)


Vitamin B12 Kurangi Risiko Pikun

JAKARTA– Vitamin B adalah jenis vitamin larut dalam air yang memiliki peran penting dalam metabolisme sel. Penelitian terbaru mengungkap, tipe vitamin B12 secara khusus dapat mencegah risiko pikun.

Vitamin B pernah diduga hanya mempunyai satu tipe seperti orang mengenal vitamin C atau vitamin D. Nyatanya penelitian menunjukkan, komposisi kimia didalamnya membedakan vitamin ini satu sama lain.

Ada delapan tipe vitamin B yang mempunyai nama masing-masing terdiri dari vitamin B1 (thiamine), vitamin B2 (riboflavin, vitamin B3 (niacin), vitamin B5 (asam pantothenic), vitamin B6 (pyridoxine), vitamin B7 (biotin), vitamin B9 (asam folat) dan vitamin B12 (cobalamin).

Untuk membuktikan manfaat vitamin B12, Universitas Oxford melakukan penelitian yang dimuat dalam jurnal Neurology. Studi itu dilakukan terhadap 107 orang sukarelawan dengan kondisi sehat selama lebih dari lima tahun. Usia peserta dengan usia antara 61 sampai 87 yang dibagi kedalam tiga kelompok berdasarkan asupan vitamin B12.

Kasus penurunan fungsi otak memang terbukti lebih banyak terjadi pada orang tua. Konsumsi roti dengan suplemen yang mengandung asam folat yaitu golongan vitamin B untuk pembentukan sel baru ternyata dapat meringankan gejala kesehatan yang diakibat kekurangan asupan vitamin B12.

Para peneliti menyimpulkan, orang tua dengan konsumsi vitamin B12 dengan dosis lebih rendah dari rata-rata kebutuhan memiliki resiko enam kali mengalami berkurangnya kemampuan otak.

Meskipun beberapa ilmuwan menganggap golongan ketiga dengan nilai terendah asupan vitamin B12 masih dalam tahap awal, mereka tetap menunjukan gejala penurunan fungsi otak.

Penelitian itu kemudian menganjurkan, konsumsi vitamin B12 yang terkandung pada daging, ikan dan susu dapat mengurangi risiko pikun di masa tua.

Profesor David Smith, yang memimpin studi Oxford mengenai ingatan menjelang usia lanjut mengatakan, pihaknya sedang melakukan percobaan terhadap vitamin B pada orang tua. Apakah konsumsi vitamin B dapat mengurangi resiko penurunan faungsi otak.

“Percobaan ini memberikan masukan yang lain untuk pemahaman kita mengenai efek vitamin B bagi otak. Tingkatan penurunan fungsi otak sejalan dengan proses tua bergantung pada apa yang kita makan,”ujarnya.

Punurunan fungsi otak sangat erat kaitannya dengan tingginya resiko terjangkitnya ganguan jiwa pada tingkat akhir. Ketua Eksekutif Perserikatan Riset Alzheimar, Rebecca Wood mengatakan, nantinya penelitian itu akan dibutuhkan.

“Penelitian ini menganjurkan asupan vitamin B12 dengan mengonsumsi daging, ikan, sereal atau susu sebagai makanan gizi seimbang dapat membantu menjaga fungsi otak. Hati dan kerang-kerang adalah makanan yang kaya akan vitamin B12,” jelasnya.

Dia menambahkan, cara yang terbaik untuk mengurangi resiko ganguan jiwa dengan tetap menjaga tubuh tetap aktif, makan dengan pola diet seimbangan, tidak merokok dan kunjungi dokter untuk mengecek tekanan darah dan kolestrol. (reuter/cr1/ri)

Sumber : Republika Online


Manfaatkan Fisioterapi untuk Gangguan Gerak

JAKARTA — Masyarakat diharapkan dapat memanfaatkan fisioterapi untuk mengatasi gangguan gerak karena saat ini kesadaran masyarakat untuk menggunakan fisioterapi masih rendah.”Prediksi sekitar 20-30 persen masyarakat yang dilayani mengatasi gangguan gerak dengan fisioterapi,” kata Ketua Umum Ikatan Fisioterapi Indonesia (IFI) Slamet Sumarno, di Jakarta, Selasa.

Fisioterapi merupakan ilmu yang menitikberatkan untuk menstabilkan atau memperbaiki gangguan fungsi alat gerak/fungsi tubuh yang terganggu yang kemudian diikuti dengan proses/metode terapi gerak.Slamet Sumarno yang baru saya dilantik menjadi menjadi ketua umum IFI mengatakan, padahal masyarakat yang mengalami gangguan gerak lebih dari angka tersebut.

Saat ini juga banyak orang salah mengerti mengenai fungsi fisioterapi karena seringkali hanya diartikan untuk kegiatan memijat otot terkilir atau jika orang kecapaian. “Padahal fisioterapi untuk mengatasi segala gangguan gerak,” katanya. Ia mengatakan, jika gangguan gerak tersebut tidak segara diatas maka bisa semakin parah dan bisa membahayakan.

Slamet mengakui kurangnya pemahaman masyarakat terhadap fungsi fisioterapi. Untuk itu ia akan menyosialisasikannya kepada masyarakat sehingga kesadaran dan pengetahuan masyarakat semakin tinggi. Manfaat fisioterapi juga bisa untuk penyembuhan atau terapi masa trauma kecelakaan, atau terapi pasca operasi Slamet Sumarno diangkat menjadi Ketua Umum IFI untuk periode 2008-2012. IFI, katanya, telah berganti kepengurusan sebanyak 10 kali. ant/kp

Sumber : Republika Online


Rokok Perlambat Pertumbuhan Anak

JAKARTA– Slogan rokok sangat berbahaya bagi kesehatan telah terbukti secara ilmiah. Berbagai risiko dapat dialami semua orang tanpa pandang usia, terutama anak-anak.

Berdasarkan fakta-fakta ilmiah, Amerika Serikat sejak tahun 1986 menyimpulkan, asap rokok yang dihasilkan langsung dari pembakaran rokok maupun hembusan perokok dapat memperlambat pertumbuhan dan fungsi paru pada masa kanak-kanak, disamping meningkatkan risiko penyakit saluran pernafasan.

Dr. Widyastuti Soerojo. MSC, anggota Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI) membenarkan bahaya merokok pada usia dini.

“Resiko penyakit saluran pernafasan lebih tinggi pada anak perokok. Frekunsinya akan lebih tinggi lagi jika kedua oarng tuanya perokok,” kata Dr. Widyastuti mengutip survey bertajuk “The Health Concequences of Involuntary Exposure to Tobacco Smoke” pada workshop tentang rokok di Jakarta, Rabu (10/9).

Asap rokok terdiri dari asap utama, yaitu asap yang keluar dari rokok atau produk tambakau lainnya yang terbakar dan mengandung 25% kadar bahan berbahaya. Selain itu, ada asap sampingan yang keluar dari hembusan perokok dan mengandung 75% kadar bahan berbahaya.

Pada kesempatan yang sama Dr. Wudyastuti juga memaparkan, hasil studi yang dilakukan oleh Samet JM dan Tager IB mengenai indentifikasi asap rokok sebagai racun yang beredar di udara.

Studi tersebut menunjukan paparan asap rokok orang lain (arol) memperburuk asma yang sudah ada sebelumnya dan menyebabkan gejala asma kasus baru pada anak-anak dan orang dewasa.

Penelitian lain yang dilakukan California Environmental Protection Agency mengenai konsekuensi kesehatan asap rokok menemukan, asap rokok dapat mengakibatkan penyakit telinga bagian tengah, yaitu penyakit yang biasa diderita pada masa kanak-kanak. Apabila tidak diobati akan menyebabkan tuli.

Tunggu apa lagi, segera matikan rokok di tangan Anda dan buang jauh-jauh pikiran untuk kembali merokok. (cr1/ri)

Foto: corbis.com

Sumber : Republika Online