Waspada Bahan Plastik Pembungkus Makanan

NEW YORK– Para ilmuwan melaporkan fakta baru mengenai penggunaan bahan kimia bisphenol A (BPA) pada produksi kemasan plastik makanan dan minuman. Penggunaan BPA meskipun dengan dosis rendah dapat merusak fungsi otak primata. Fakta tersebut diungkap melalui penelitian lanjutan yang sebelumnya dilakukan pada tikus.

Bisphenol A adalah bahan kimia sintetis yang ditemukan di dalam produk plastik keras dan bening seperti pada kemasan makanan dan minuman. Jumlah BPA yang larut di dalam kemasan makanan dan minuman menjadi resiko rusaknya lingkungan.

“Model primata menunjukan BPA dapat menyebabkan dampak negatif pada fungsi otak manusia,” ujar Tibor Hajszan, peneliti dari Fakultas kedokteran Universitas Yale, New Haven dilansir kantor berita Reuters, baru-baru ini.

Hajszan dan tim peneliti menguji pengaruh penggunaan BPA secara terus-menerus setiap hari. Dosis yang digunakan berdasarkan anjuran minimal penggunaan dari Lembaga perlindungan lingkungan hidup Inggris (EPA) sebanyak 50mg/kg pada monyet afrika.

Berdasarkan laporan dari Nasional Akademi Sains minggu ini, BPA merusak total hubungan bebarapa syaraf pada dua kunci otak yaitu hippocampus dan prefrontal cortex. Temuan itu menjadi indikasi BPA mempengaruhi syaraf otak manusia pada kesadaran dan keadaan jiwa.

“Berdasarkan penemuan ini, kami rasa EPA harus membuat kebijakan mengenai limit penggunaan BPA pada proses prroduksi,” ujar Hajszan. (cr1/ri)

Iklan

8 Komentar on “Waspada Bahan Plastik Pembungkus Makanan”

  1. Achmad Sholeh berkata:

    rasanya kita perlu berhati2 dengan plastik pembungkus makanan kita yang sudah menjadi hal umum di sekitar kita itu, kalau ternyata berbahaya untuk jenis tertentu salam kenal

  2. ayub berkata:

    trims dah berkunjung…baca2 dulu ahhh….

  3. Bu Noor berkata:

    Eeyalah… Kalo gitu aman pakai godhong gedhang aja ya!

  4. Bu Noor berkata:

    Atau godhong jati…

  5. afwan auliyar berkata:

    wew….. hrus lbh waspada lagi neh milih makanan

  6. unduk berkata:

    Tidak semua yang tampak lebih hygienis ternyata lebih aman ya …

  7. masciput berkata:

    mending pake yang alami aja! daun pisan tuh paling baik, terutama buat pincok nasi pecel

  8. Andy MSE berkata:

    Mohon maaf lahir batin


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s