Membaca Berbagai Hal

September, 2008

Neno Warisman Belajar Mengendalikan Diri

Diarsipkan di bawah: Kabar Publik Figur, Neno Warisman — Tag:, , , — baca @ 1:57 am

JAKARTA– Menjadi seorang selebritis yang dekat dengan dunia gemerlap, tak lantas menyilaukan mata Neno Warisman. Wanita berkerudung itu selalu berusaha memahami kehidupan melalui proses perjalanan manusia di masa lalu, sekarang dan masa depan.

“Anugerah terbesar bagi manusia adalah ketika dia lahir dan hidup. Dia bisa bernafas dan ada ruh dalam tubuhnya, itulah hidup,” paparnya ketika ditemui usai konferensi pers auidis film ketika Cinta Bertasbih di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Neno mengibaratkan hidup layaknya buku yang tidak habis lembarannya dan banyak pelajaran yang didapat. Dia mengaku selalu mempelajari tiap hal yang dijalaninya.
Interaksi dengan orang lain juga menjadi pelajaran bagi Neno. Termasuk bagaimana seseorang bersikap, bertutur kata, terlebih ketika tanggapan itu ditujukan pada dirinya.

Suatu kali Neno pernah sangat marah terhadap tanggapan seseorang. Kemudian dia tertarik untuk mempelajari keadaan itu, mengapa membuatnya sangat marah. Akhirnya dia menyadari bahwa hal buruk menjadi bagian
dari hidup.

Neno mengatakan, hidup akan lebih bermakna ketika menghadapi keburukan dan mampu untuk memperbaiki. Dari pengalaman itu, kemudian Neno belajar untuk mengendalikan diri.

Neno bercerita bahwa ia merasakan hidupnya lebih beruntung dari orang lain, meskipun begitu kesiapan menghadapi penderitaan selalu menjadi perhatian baginya.
“Saya merasa sangat beruntung, dari ekonomi tidak terpuruk, pendidikan baik, namun ingat bahwa hidup tidak selaluĀ  bahagia,” jelasnya.

Justru pada saat Allah SWT memberinya penderitaan, dia merasakan kasih sayang Allah. Neno belajar berpikir positif akan derita yang dialaminya yaitu Allah pasti menyiapkan sesuatu yang luar biasa dibalik penderitaan.

Salah satu penderitaan yang dihadipnya ketika dia melahirkan anak ketiganya dengan proses caesar.

“Saat itu saya antara hidup dan mati.Harus dipasok darah 8000 cc,” jelasnya.

Dia juga tidak diperbolehkan makan dan minum selama 36 jam. Kejadian itu menyadarkannya betapa setetes air sangat berharga dan manusia harus selalu bersyukur atas sekecil apapun pemberian dari Allah.

Neno yang kini tengah sibuk menjadi juri audisiĀ  bintang film Ketika Cinta Bertasbih, juga menerapkan nilai kehidupan pada peserta audisi. Menjadi seorang pemain film, harus tahu yang namanya penderitaan. Hidup tidak bisa lepas dari penderitaan dan bermain film memerankan kehidupan.

Kepada anak-anaknya, Neno mengajarkan hal yang sederhana. Mengingatkan mereka mempunyai awal dan akhir dalam kehidupannya melalui pelajaran seorang anak telah berdialog dengan Tuhan sebelum dia lahir dan hingga dia lahir melalui janin ibunya.

Hal itu menunjukan manusia adalah seorang hamba. Manusia harus mampu memilih hidupnya untuk menjadikan dirinya menjadi insan yang baik.

Selain itu, dia juga memberitahukan pada buah hatinya bahwa mereka akan menghadapi akhir dari kehidupan.
“Apapun yang dipilih untuk menjadi tujuan hidup, namun ingatlah semua akan berakhir pada sebuah pertanggung jawaban. Bersikaplah baik,” katanya.

Kesadaran untuk berbuat baik jangan pernah kuatir dengan tanggapan orang lain. Masa depan di sisi Allah yang paling penting. (cr1/ri)

Sumber : http://www.republika.co.id/launcher/view/mid/19/news_id/1293

& Komentar »

  1. assalamu’alaykum. Adakah yang memiliki kontak personnya Bunda Neno? emailnya saja. Kalau ada yang punya, tolong dikirim ke email saya ya. Terima kasih..

    Komentar oleh niefha — Mei, 2009 @ 1:30 pm

  2. Saya juga mau cp or emailnya, ada perlu nih, ada yg bisa bantu?

    Komentar oleh kustantina — Mei, 2009 @ 8:52 pm


RSS umpan untuk komentar-komentar dalam tulisan ini. URI Lacak Balik

Tinggalkan komentar

Blog pada WordPress.com.